Sangat miris rasanya, jika korps baju cokelat yang sering dimintai perlindungan oleh masyarakat saat sedang dalam masalah. Namun saat dia sendiri -Bripka Muliyady-terkena masalah, dianiaya anak pejabat, dan di saat dia meminta perlindungan pada korpsnya sendiri, dia malah seperti terabaikan. Lalu kemana polisi harus melapor? Baca...
Rabu, 06 Januari 2016
Dana Parpol Terserap Rp1,3 M
Dana Partai Politik (Parpol) hanya terserap sekitar Rp1,3 miliar sepanjang 2015 lalu. Pemprov Sulsel menganggarkan sekitar Rp1,8 miliar untuk 12 parpol. Baca...
Luthfi Mutty Serap Aspirasi Masyarakat di Bone
Anggota DPR RI asal Sulsel Luthfi Andi Mutty (LAM) bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan petani di Kabupaten Bone, Rabu (6/1/2016). Luthfi menyapa masyarakat Bone dan mendengar aspirasi rakyat. Baca...
Dewan Dukung Kejari
Langkah Kejari Makassar mengusut proyek pengadaan kantong plastik tong sampah atau disebut gendang dua menelan anggaran Rp8 miliar dari APBD Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tahun 2014 mendapat respon dari anggota DPRD Kota Makassar.Baca...
" Pengusaha Jangan Untung Sendiri "
"Harusnya harga barang mengikuti (turun), jangan untungnya terlalu besar lah," kata Saleh, kemarin.
Menurut Saleh, apabila harga energi baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM) turun, seharusnya biaya produksi barang-barang juga menurun. Alhasil, harga output produk mereka pun seharusnya bisa lebih murah. Baca...
Menurut Saleh, apabila harga energi baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM) turun, seharusnya biaya produksi barang-barang juga menurun. Alhasil, harga output produk mereka pun seharusnya bisa lebih murah. Baca...
Rokok Pemicu Tertinggi Kemiskinan di Sulsel
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat, garis kemiskinan di Sulsel sebagian besar dipengaruhi oleh pengeluaran komoditi makanan, yang mencapai 74,93%. Tertinggi dari komoditi makanan tersebut yakni beras disusul oleh rokok. Baca...
Sulsel Paling Banyak Belanjakan Uang Negara
Total Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dihabiskan provinsi dipimpin Syahrul Yasin Limpo ini mencapai Rp19,7 triliun atau 88,36% dari nilai pagu 2015 yakni Rp22,3 triliun. Baca...
Langganan:
Postingan (Atom)